Timsel laksanakan Tes Wawancara bagi Calon Anggota Panwas Kabupaten/Kota se-Sumsel

Palembang – Setelah melalui rangkaian proses seleksi Tertulis yang ketat, Tim Seleksi menggelar Tes Wawancara bagi Calon Anggota Panwas Kabupaten/Kota Se Sumatera Selatan yang lulus seleksi Tertulis, pelaksanaan tes wawancara tersebut dilaksanakan bertempat di gedung Misfalah Asrama Haji, Jalan Letjend. Harun Sohar KM.10, Palembang, Rabu (19/07) s.d Sabtu (23/07).

Pelaksanaan tes wawancara dimulai  pada pukul 08.00 pagi hingga malam hari.  Adapun mekanisme Wawancara ini dengan sistem Panel dimana lima orang penguji langsung mengeksplorasi pengetahuan dan pengalaman dari peserta.

Dalam beberapa kesempatan beberapa peserta tampak gugup ketika diberi pertanyaan yang mendetail seputar tugas pengawas Pemilu hal ini nampak terpantau pada Tes Wawancara untuk Wilayah II yang jadwal tesnya hari ini yakni Palembang, Banyuasin dan Ogan Ilir, sementara di tempat terpisah pun demikian pada wawancara untuk peserta wilayah I (Pali dan Muara Enim) tampak raut tegang dari peserta yang menunggu giliran dipanggil oleh petugas.

Bawaslu juga bekerja sama dengan Badan Narkotika nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan dalam hal pemeriksaan narkoba. Apabila terdapat indikasi peserta tes wawancara yang hasil urinenya positif mengandung narkoba akan menjadi perhatian khusus dan tidak menutup kemungkinan langsung tercoret sebagai peserta tes.

Terkait peserta yang tidak hadir dalam pelaksanaan tes wawancara maka Timsel akan mendiskualifikasi peserta tersebut. Setelah tes wawancara, peserta yang lulus wawancara masih akan menjalani tes berikutnya yakni Uji Kelayakan dan Kepatutan oleh Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan, yang tanggal dan tempatnya akan diinformasikan kepada peserta yang lulus.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Publikasi Terkait

Satu komentar

  1. M. Ibrahim Adha, S.H., M.H., ECIH. ahu-lawfirm.blogspot.co.id

    Selamat kepada nama-nama yang dinyatakan lulus dari ujian tertulis dan kini mengikuti tes wawancara, mengharapkan agar kiranya anggota Panwas Kab/Kota yang terpilih nantinya tidak hanya memahami kepemiluan sebatas teori, tapi juga memiliki pengalaman, baik sebagai PPL, Panwascam, dan Panwas Kab/Kota.

    Panwas Kab/Kota diharap juga memiliki keilmuan dan keahlian tertentu sesuai bidangnya masing-masing. Namun jika berasal dari “wiraswasta” yang notebene mencari keuntungan untuk kepentingan pribadinya, dikhawatirkan segala sesuatu untuk kepentingan Panwas Kab/Kota, baik berupa asset, pengadaan proyek, anggaran belanja, maupun pengkrekrutan Panwascam dan PPL, semuanya di bisniskan untuk keuntungan pribadinya.

    Begitu juga yang berasal dari “Pegawai Swasta”, notabenenya menjalankan perintah apa saja yang disuruh atau diperintahkan. Tetapi Panwas Kab/Kota tidak hanya menjalankan perintah tapi juga memiliki inisiatif untuk menetapkan suatu kebijakan dalam upaya-upaya penindakan maupun pencegahan terhadap berbagai pelanggaran dan tindak pidana pemilu.

    Pelanggaran dan tindak pidana pemilu nantinya, tidak hanya terjadi di dunia nyata saja tapi juga di dunia mayantara. Apalagi informasi pemberitaan yang diterima oleh masyarakat kini lebih cenderung meminati pemberitaan di wibsite, media sosial, dan lain sebagainya. Dampaknya pun kini telah terasa, seperti halnya penyebaran berita bohong (hoaxs), menfitnah, menebarkan kebencian dan permusuhan, menyudutkan salah satu calon atau parpol tertentu, dan lain-lain yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, attacker, hacker maupun anonymous.

    Untuk mengatasi kemungkinan adanya pelanggaran dan tindak pidana pemilu yang bakal terjadi di dunia mayantara (cyber space) pada pemilu nanti, maka Anggota Panwas Kab/Kota yang terpilih juga mesti paham dan mengerti mengenai network security system dan digital forensics.

    Dengan demikian, Anggota Panwas Kab/Kota tidak hanya mengawasi dan menindaklanjuti berbagai pelanggaran dan tindak pidana pemilu di dunia nyata saja, tapi juga di dunia mayantara. Kemudian Panwas Kab/Kota mesti juga memiliki pengalaman sebagai pengawas pemilu pada pemilu sebelumnya, serta memiliki dedikasi, keilmuan dan keahlian tertentu, disamping memahami kepemiluan secara teori dengan membaca, mengingat, dan menghapal aturan hukum peraturan perundang-undangan maupun referensi mengenai kepemiluan.

    Atas perhatiannya, di ucapkan terima kasih.

    Hormat saya,

    M. Ibrahim Adha, S.H., M.H., ECIH.
    Advocate / CEO

Beri komentar