Partisipan Tes Tertulis Ramai, Bawaslu RI Apresiasi Kesadaran Politik Masyarakat Sumsel

Palembang – Setelah mengumumkan nama-nama yang berhak mengikuti seleksi tes tertulis, Tim Seleksi (Timsel) Calon Anggota Panitia Pengawas Pemilihan (Panwas) Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Selatan pada hari ini, Senin (10/07/2017) menggelar kegiatan tes tertulis di 2 (dua) tempat berbeda, untuk Wilayah I di Gedung Serbaguna Pasca Sarjana Universitas Sriwijaya dan Wilayah II di Graha Pendidikan Politeknik Negeri Sriwijaya Bukit Besar Palembang .

Untuk Wilayah I yang meliputi Empat Lawang, Lahat, Lubuklinggau, Muara Enim, Musi Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Penukal Abab Lematang Ilir dan Pagar Alam sebanyak 262 peserta yang mengikuti test tertulis dan 23 orang peserta yang tidak hadir. Peserta tersebut dianggap gugur karena sampai waktu yang ditetapkan tidak mengikuti proses seleksi tes tertulis.

Untuk Wilayah II yang meliputi Palembang, Banyuasin, Ogan Ilir, Prabumulih, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Selatan dan OKU Timur sebanyak 403 peserta, tercatat 22 peserta yang tidak hadir dengan rincian OKU 3 orang, OKI 2 orang, OKU Timur 2 orang, dan Palembang 15 orang.

Ketua Bawaslu Sumsel menyampaikan bahwa Timsel sudah berupaya secara maksimal dalam melakukan rangkain tahapan seleksi hingga sampai pada tes tertulis, serta mengingatkan seluruh peserta untuk mengikuti seleksi dengan baik.  “Setelah ini akan ada tes selanjutnya. Tim seleksi akan bekerja secara profesional hingga fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) yang dilakukan oleh  Bawaslu Sumsel,” ujarnya

Sementara Anggota Bawaslu RI, Fritz Siregar mengapresiasi seluruh peserta yang mengikuti tes. Ia mengatakan, tingkat partisipasi masyarakat Sumatera Selatan sangat baik.

“Dari jumlah peserta yang mengikuti tes di Sumatera Selatan ini menunjukkan bahwa tingkat kesadaran berpolitik masyarakat Sumatera Selatan sudah sangat baik,” ujar Fritz saat memberikan arahan sebelum pelaksanaan tes tertulis.

Ia menegaskan, mengikuti tes Panwas ini bukan hanya sebagai ajang untuk mencari pekerjaan namun sebagai proses untuk membangun kualitas demokrasi di Indonesia.

“Seluruh peserta ikuti saja semua proses yang ada. Yang dibutuhkan adalah pengawas Pemilu yang berintegritas dan mampu bekerja dengan baik,” tegasnya.

Lebih lanjut Fritz juga menjelaskan, dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyelenggaraan Pemilu ada kemungkinan penambahan anggota Panwas di tiap Kabupaten/Kota. Anggota Panwas yang semula tiga orang menjadi lima orang. Selain itu juga yang semula bersifat ad hoc (sementara) akan menjadi permanen.

“Namun saat ini kita masih mengacu pada Undang Undang Nomor 15 Tahun 2011 Tentang Penyelenggara Pemilu sehingga yang diterima melalui seleksi ini nantinya tiga orang sebagai anggota Panwas kabupaten/kota,” tambahnya.

Turut hadir dalam tes tertulis ini, Tim Ahli dan Staf Bawaslu RI, Pimpinan Bawaslu Sumsel Zulfikar dan Kurniawan, Kepala Sekretariat, Ir. H. Iriadi, beserta Ketua dan Anggota Timsel Wilayah I dan II.

Publikasi Terkait

Satu komentar

  1. yayan

    semoga sukses semua

Beri komentar