Kapabilitas dan Kompeten, Kunci Penting Perekrutan Panwas Pemilihan

Jakarta – Keberadaan pengawas pemilihan merupakan salah satu pendukung kesuksesan penyelenggaraan Pemilu. Kualitas pengawas pemilihan turut memengaruhi baik atau buruk jalannya Pemilu. Maka dengan tujuan melahirkan pengawas pemilihan yang lebih baik pada Pemilu di masa yang akan datang, Bawaslu menggelar Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Perekrutan Pengawas Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2016 di Hotel Grand Tjokro, Jalan Daan Mogot 63, Jakarta, 25-27 November 2016.

Pimpinan Bawaslu RI Nelson Simanjuntak mengatakan, keberhasilan pengawas pemilihan dalam mengawal Pemilu berpengaruh pada tingkat kepercayaan publik kepada lembaga pengawas.

“Kita upayakan tingkat kepercayaan publik kepada lembaga pengawas kita semakin tinggi,” ujar Nelson dalam acara pembukaan FGD, Jumat (25/11).

Nelson menegaskan, ke depan dalam seleksi wawancara pun substansi materi akan lebih diperdalam. “Perekrutan pengawas pemilihan ini memang harus diikuti oleh orang-orang yang memiliki kapabilitas sehingga jika tidak menguasai materi akan tersisih,” tegas Nelson.

Sementara Ketua Bawaslu RI Muhammad, mengatakan profesionalitas tim seleksi juga diperlukan dalam menunjang lahirnya pengawas pemilihan yang berintegritas dalam mengawal Pemilu.

“Tim seleksi merupakan pintu utama untuk melahirkan pengawas pemilihan yang kompeten. Fatal jika tim seleksi ini tidak mampu menjalankan tugasnya secara profesional karena tim seleksi ini menjadi tumpuan pertama,” jelas Muhammad.

Jangan sampai, sambung Muhammad, ada pengawas pemilihan yang justru tidak memiliki jiwa sebagai pengawas. Ia berharap pengawas pemilihan yang lahir di masa yang akan datang merupakan pengawas yang taat hukum, independen, dan menegakkan asas penyelenggaraan Pemilu. “Bukan pengawas yang justru menjadi bagian ketika ada pelanggaraan didiamkan saja. Bahkan justru pengawas yang menjadi bagian dari tim sukses. Ini yang tidak kita harapkan,” pungkasnya.

FGD ini diikuti oleh seluruh Ketua atau Anggota Bawaslu Provinsi se-Indonesia. Dalam pelaksanaan FGD, dibagi ke dalam dua kelas yang membahas evaluasi pembentukan tim seleksi dan pelaksanaan tahapan seleksi oleh Bawaslu Provinsi hingga penetapan Panwas terpilih.

Publikasi Terkait

Belum ada komentar

Berilah komentar yang pertama dengan mengisi form di bawah.

Beri komentar