Petahana Muba Diduga Langgar Undang-Undang, Massa Tuntut Batalkan Pencalonan

Palembang – Puluhan massa dari Sriwijaya Corruption Watch, Gerakan Pemuda Nusantara, PB FRABAM dan Paguyuban Mahasiswa Indonesia Demokrasi yang tergabung dalam Ormas Penegak Keadilan melakukan aksi unjuk rasa di sekretariat Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (6/10).

Massa berorasi dan menuntut melalui Bawaslu Sumsel untuk membatalkan pencalonan salah satu bakal calon Wakil Bupati Musi Banyuasin yang saat ini menjabat sebagai pelaksana tugas Bupati Muba, Beni Hernedi.

Menurut para demonstran, petahana ini diduga melanggar ketentuan pasal 71 ayat (2) UU Nomor 10 Tahun 2016 terkait larangan melakukan pergantian pejabat 6 (enam) bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan akhir masa jabatan kecuali mendapatkan persetujuan tertulis dari Menteri Dalam Negeri.

“Telah terjadi pelanggaran yang diduga dilakukan oleh Plt. Bupati Muba dengan melakukan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan di beberapa jabatan struktural di Kabupaten Musi Banyuasin sepanjang bulan April sampai bulan Juli”, cetus koordinator Aksi, Rahmat Hidayat.

Selain itu, demonstran meminta kepada Bawaslu Sumsel untuk segera merekomendasikan kepada KPU Sumsel dan KPU Kabupaten Musi Banyuasin untuk membatalkan pencalonan Plt. Bupati Muba sebagai calon Wakil Bupati Muba apabila terbukti melanggar UU No 10 Tahun 2016, sambung Rahmat.

Para demonstran diterima langsung oleh Pimpinan Bawaslu Sumsel, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Zulfikar, SH. Aksi ini ditanggapi baik sebagai bentuk partisipasi masyarakat untuk bersama-sama mengawal proses demokrasi.

“Kami masih perlu menelusuri dan melihat bukti-bukti dan akan berkoordinasi dengan KPU Sumsel terkait apa yang disampaikan, dan itu merupakan kewajiban kami untuk mengawasinya. Apalagi Muba merupakan satu-satunya yang menggelar Pilkada, semua mata tertuju ke Muba. Dan keberhasilan Pilkada Muba akan menjadi barometer pelaksanaan Pilkada selanjutnya di Provinsi Sumsel.” pungkas Zulfikar. (iwe)

Publikasi Terkait

Belum ada komentar

Berilah komentar yang pertama dengan mengisi form di bawah.

Beri komentar