DKPP Evaluasi Tugas Tim Pemeriksa Daerah se Indonesia

Jakarta – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Selatan, Andika Pranata Jaya bersama 135 anggota Tim Pemeriksa Daerah (TPD)  yang berasal dari 34 provinsi se-Indonesia menghadiri kegiatan rapat evaluasi pelaksanaan tugas TPD tahun 2015 di hotel Aryaduta Jakarta, Minggu dan Senin, 27-28 Desember 2015. TPD merupakan tim pemeriksa yang dibentuk oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) untuk melakukan pemeriksaan perkara dugaan kode etik Penyelenggara Pemilu di daerah. Hal tersebut dijelaskan dalam peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2013 Tentang Pemeriksaan Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilihan Umum di Daerah. Tim Pemeriksa Daerah terdiri dari satu anggota KPU/KIP, satu anggota Bawaslu dan dua dari unsur masyarakat yang berasal dari akademisi, tokoh masyarakat, atau praktisi yang memiliki pengetahuan tentang kepemiluan. Dalam pelaksaan pemeriksaan, TPD dipimpin oleh  anggota DKPP.

Kegiatan rapat evaluasi pelaksanaan tugas TPD ini merupakan agenda rutin DKPP, yang diselenggarakan satu kali dalam setahun.

Kegiatan evaluasi Tim Pemeriksa Daerah ini dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran umum kinerja Tim Pemeriksa Daerah. Evaluasi ini penting dilakukan sebagai bahan masukan bagi peningkatan kinerja Tim Pemeriksa DKPP di masa depan.

Kegiatan ini sebagai ajang mempersiapkan diri, dalam menghadapi berbagai ekspresi ketidakpuasan berbagai pihak usai penetapan hasil Pemilukada serentak. Terlebih ruang gugatan semakin sempit, dengan adanya aturan MK Nomor 1 tahun 2015 tentang  persyaratan pengajuan sengketa yang dibatasi maksimal 2%. Terhadap problematika tersebut, DKPP dan Tim Pemeriksa Daerah akan memiliki peran yang strategis sebagai kanalisasi ketidakpuasan para pihak. Terutama mereka yang kalah dan merasa dirugikan oleh sikap dan tindakan penyelenggara pemilu.

Acara evaluasi TPD tahun 2015 ini dipimpin langsung Ketua DKPP RI Prof Jimly Ashidiqqie. Hadir pula, enam anggota DKPP, Nur Hidayat Sardini, Ida Budhiati, Endang Wihdatiningtyas, Anna Erliyana dan Valina Singka Subekti.

Publikasi Terkait

Belum ada komentar

Berilah komentar yang pertama dengan mengisi form di bawah.

Beri komentar