Komitmen Serius Bawaslu Menyikapi Pungsura dan Rekapitulasi Sebagai Tahapan Puncak Pemilihan

Palembang – Setelah sebelumnya menggelar FGD Analisis Risiko Tahapan Pengadaan dan Distribusi Logistik, Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan kembali menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas Analisis Risiko dalam Pemungutan, Penghitungan dan Rekapitulasi Suara Tahun 2015, Sabtu (14/11).

Kegiatan yang digelar di sekretariat Bawaslu Sumsel ini, kembali menggandeng Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Selatan sebagai narasumber kegiatan dan menghadirkan rekan-rekan media dan penggiat Pemilu di Sumatera Selatan sebagai peserta.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Sumsel, Andika Pranata Jaya mengatakan bahwa tahapan Pemungutan Suara (Pungsura) sampai Rekapitulasi Suara merupakan tahapan puncak karena semua bentuk pelanggaran bisa terjadi pada tahapan ini, Bawaslu tidak ingin mengulang kesalahan yang sama. Sehingga kami mengharapakan komitmen yang sama yang dialakukan oleh Penyelenggara Pemilu. Selain itu, kami juga mengharapkan masukan dan saran sehingga kami bisa menutupi yang kami anggap belum terpetakan potensi rawannya.

Sementara itu, Ketua KPU Sumsel, Aspahani mengatakan bahwa pada saat pemungutan, dan penghitungan ini perlu sangat diperhatikan pada personel PPS sampai KPPS karena tata cara pengisian formulir yang harus diisi oleh petugas sangat banyak sehingga kami dari KPU akan segera turun ke lapangan untuk melakukan bimbingan teknis setelah PPS terbentuk.

Tahapan rekapitulasi merupakan lanjutan dari proses tahapan pemungutan dan penghitungan suara. Potensi pelanggaran dan kecurangannya memiliki intensitas yang sama bahkan makin manipulatif dan transaksional. Dalam rekapitulasi kecurangan dan manipulasi perolehan suara biasanya dibungkus dengan kesalahan-kesalahan administrasi, seperti salah tulis atau salah hitung. Padahal yang terjadi adalah pengurangan dan penggelembungan suara (dengan sengaja) untuk pemenangan calon tertentu, sambungnya lagi.

.
Penulis : Iwan
Editor : Admin

Publikasi Terkait

Belum ada komentar

Berilah komentar yang pertama dengan mengisi form di bawah.

Beri komentar